Rahmad Maulizar, Datang Menyambang, Beri Senyuman Harapan Baru untuk Anak Sumbing

Tidak sedikit penderita atau orang tua dari penderita bibir sumbing yang menolak untuk dioperasi karena mereka menganggap bibir sumbing adalah takdir dan tidak dapat disembuhkan.
Senyum itu terkembang lebih lebar dari biasanya saat menyambut kedatangan sosok pria berusia sekitar tiga puluh tahun ini. Ada tanya dan harapan yang tersimpan dalam sepasang sorot mata. Tidak dapat terungkapkan. Namun, aliran hangat yang terasa saat berjabat tangan, makin meyakinkan diri bahwa langkah ini sudah tepat.

Rahmad Maulizar, Sempurnakan Senyum Laksana Bunga Mekar

Rahmad Maulizar

Rahmad Maulizar, pria kelahiran 20 September 1993 ini pernah menjadi penderita bibir sumbing selama 18 tahun. Untuk keluar dari situasi dan kondisi saat itu, ia menjalani operasi gratis pada tahun 2011. Setelah merasakan sempurnanya senyum, ia juga turut ingin membagikan rasa itu kepada orang lain yang mungkin bernasib sama.

Rahmad ingin memunculkan harapan hidup baru. Ia bertekad ingin turut menyebarkan kebaikan yang sama bagi penderita bibir sumbing dan langit-langit mulut di seluruh Aceh.

Agar Tidak Salah Kaprah tentang Bibir Sumbing

Bibir sumbing/cleft palate terjadi ketika jaringan yang membentuk bibir janin tidak menyatu secara sempurna. Kelainan bawaan ini ditandai dengan adanya celah pada bibir. Celah tersebut bisa muncul di tengah, kanan, atau bagian kiri bibir. Bibir sumbing sering kali disertai dengan munculnya celah di langit-langit mulut yang dinamakan langit-langit sumbing.

Penyebab bibir sumbing belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Gejala sumbing yang umum terjadi adalah sulit menyusu dan makan, sulit menelan, bicara dengan suara sengau, hingga infeksi telinga kronis.

Salah kaprah tentang bibir sumbing adalah ketika orang tua menolak untuk dilakukan tindakan operasi bibir sumbing kepada anaknya karena mereka menganggap bibir sumbing adalah takdir dan tidak dapat disembuhkan. Padahal, makin cepat ditangani, keadaan bisa makin membaik, sehingga menghindari dampak buruk yang lebih luas.

Seorang ibu hamil dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter untuk memantau perkembangan janin dan kondisi ibu secara keseluruhan.

Bibir sumbing biasanya akan terdeteksi saat bayi baru lahir. Jika bayi diduga mengalami bibir sumbing, sebaiknya orang tua bayi mengikuti saran dan terapi yang diberikan oleh dokter, serta melakukan kontrol secara rutin.

Keliling Provinsi Aceh, Beri Senyum dan Harapan Baru

Rahmad Maulizar

Melihat situasi ini, Rahmad berpikir bagaimana cara memberi senyum dan harapan baru untuk anak sumbing. Ia pun melakukan jemput bola daripada hanya menunggu. Pria yang pada tahun 2025 ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 32 tahun memutuskan untuk berkeliling ke penjuru desa di Provinsi Aceh.

Rahmad berencana mencari sebanyak mungkin penderita bibir sumbing dan langit langit mulut. Pada awalnya, ia mengajak pasien dan keluarganya untuk datang ke rumah sakit agar mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing gratis dari Smile Train Indonesia.

Saat melakukan edukasi, Rahmad juga menceritakan tentang kisahnya yang berhasil normal setelah operasi. Pria yang beristrikan seorang gadis Aceh ini menyatakan dengan bangga bahwa ia sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Juni 2018 di Universitas Teuku Umar.

Melihat ke belakang tentang perjalanan pencapaiannya, sampai pertengahan 2019, lebih dari 3200 pasien bibir sumbing dan langit langit mulut sudah mendapatkan pelayanan gratis ini.

Berdasarkan catatan Smile Train Indonesia, setiap bulan rata-rata ada 40 pasien dioperasi melalui tangan Dokter M. Jailani, SpBP-RE (K), ahli bedah plastik yang menjadi mitra Smile Train di Provinsi Aceh.

Rahmad berkomitmen untuk terus menyebarkan kabar baik sehingga masyarakat tahu bahwa bibir sumbing bisa disembuhkan dengan melakukan operasi dan tanpa mengeluarkan biaya. 

Melalui postingan Instagramnya, Rahmad memperlihatkan bahwa Rumah Singgah Senyum di Banda Aceh untuk tempat tinggal sementara para keluarga pasien telah terealisasi.
Tamu jauh datang dari Bener Meriah. Sebelum ke rumah sakit, pasien istirahat dulu di rumah singgah bibir sumbing Aceh. (Rahmad Maulizar)
Rahmad menyadari bawah gerakan kecil ini tidaklah maksimal jika hanya dilakukan seorang diri. Oleh sebab itu, ia juga membangun jaringan komunikasi lewat aplikasi WhatsApp dan melakukan pertemuan rutin tahunan dengan komunitas para penderita bibir sumbing di Aceh. Komunikasi ini penting agar mereka saling mendukung melalui interaksi hangat. Selain itu, juga memudahkan jaringan keluarga penderita melakukan komunikasi dengan dokter, rumah sakit, dan sesama keluarga pasien.

Rahmad terus menebarkan kegiatan positif Satukan Gerak, Terus Berdampak bagi masyarakat Aceh. Pada 2021, Rahmad Maulizar berhasil terpilih sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards Provinsi Aceh bidang kesehatan. Sang Pemberi Senyuman Harapan Baru untuk Anak Sumbing itu siap datang menyambang, menerbitkan lengkung senyum yang beberapa waktu teredam. (*)

Sumber:
  • Akun Instagram @rahmad_maulizar https://www.instagram.com/rahmad_maulizar/
  • Alodokter. 2025. Bibir Sumbing. https://www.alodokter.com/bibir-sumbing. Diakses pada 08 Oktober 2025 
  • Astra Magz edisi 10 terbit Oktober 2021 https://astramagz.astra.co.id/data/edisi_10_2021/
#APA2025-KSB

Posting Komentar